Kamis, 05 November 2015

MAKALAH ALAT KONTRASEPSI KB



MAKALAH
ALAT KONTRASEPSI KB




Dosen Pembimbing : Woro Tri Utami, S. SiT, M. Kes

Disusun Oleh :
Jati Putri Nastitie (201302019)







PROGRAM STUDY DIII KEBIDANAN
AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI
BOJONEGORO
2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat di selesaikan. Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah Farmakologi dengan judul ”Alat Kontrasepsi KB”.
Terima kasih disampaikan kepada pembimbing kami ibu Woro Tri Utami, S. SiT, M.Kes yang telah membimbing dalam penyusunan makalah ini. Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah kami yang tidak sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun makalah ini menjadi lebih baik.
Demikianlah makalah ini kami susun semoga bermanfaat bagi semua.

Bojonegoro, Oktober 2015

Penulis





DAFTAR ISI

Cover
Kata Pengantar ..........................................................................................................  i
Daftar Isi ...................................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang .......................................................................................  1
B.  Rumusan Masalah ..................................................................................  2
C.  Tujuan ....................................................................................................  3
BAB II PEMBAHASAN
A.  Alat Kontrasepsi KB ..............................................................................  4
1.    Metode KB Pil ..................................................................................  4
2.    Metode KB Suntik ............................................................................  5
3.    Metode KB Implant ..........................................................................  7
4.    Metode KB IUD ............................................................................... 10
B.  Asuhan Kebidanan Pada Aseptor KB ...................................................  12
BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan ............................................................................................  19
B.  Penutup ..................................................................................................  19
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................  20


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Dari hasil sensus penduduk tahun 2009 dikemukakan bahwa penduduk Indonesia mencapai 231 juta jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia pertahun sebesar 1,29%. Berdasarkan penilaian United Nations Development Program (UNDP) pada tahun 2005, kualitas sumber daya manusia yang diukur melaui indeks pembangunan. Manusia telah menempatkan Indonesia pada urutan peringkat 110 dari 177 negara. Kondisi ini akan semakin terpuruk jika program pembangunan yang disiapkan pemerintah tak mampu menyentuh seluruh masyarakat. Itu sebabnya pemerintah pusat perlu terus memberikan perhatian terhadap program KB. Tujuannya adalah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk agar program pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. (Humaniraya, 2009).
Menurut WHO (World Health Organisation) expert Committee 1970: keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2008).
Berdasarkan data survey demografi dan kesehatan Indonesia pada tahun 2007 pengguna kontrasepsi IUD menduduki peringkat ke empat, dari sejumlah 746.702 peserta KB dan yang menggunakan IUD sebanyak (2,74%) (BKKBN, 2007).
Berdasarkan hasil survey Demografi dan Kesehatan di indonesia tahun 1994, pemakai IUD yang tertinggi adalah Bali (41,1 %) disusul Yogyakarta dan Sulawesi Utara. Secara nasional program KB menargetkan pencapaian akseptor pada tahun 1985 sebesar 60 %. Bali sebagai bagian wilayah Indonesia juga melaksanakan program KB secara resmi sejak tahun 1970. Pada tahun 2002 telah tercapai 75 % melebihi target nasional yakni 60% (Stratfield, 2002).
Dari rekapitulasi laporan pengendalian program KB nasional tingkat Provinsi Sumatera Utara pada bulan januari tahun 2009 diketahui bahwa dari 2.041.398 Pasangan Usia Subur, terdiri dari peserta KB aktif sebanyak 1.309.498 Pasangan Usia Subur (64,14%), dan Pasangan Usia Subur yang bukan merupakan peserta KB sebanyak 731.900 Pasangan Usia Subur (35,85%), yang menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 137.321 Pasangan Usia Subur (10,48%) (BKKBN, 2009).
Di kota Medan bulan Oktober tahun 2009 diketahui bahwa dari 50.361 Pasangan Usia Subur, terdiri dari peserta KB aktif sebanyak 38.222 Pasangan Usia Subur (75,89%), dan Pasangan Usia Subur yang bukan merupakan peserta KB sebanyak 12.139 Pasangan Usia Subur (24,10%), yang menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 1.524 Pasangan Usia Subur (3,98%). (Moehqadri, 2009).
Angka kesuburan total atau TFR di Indonesia turun dari 5,6% menjadi 2,6%. Tahun 2002 sampai 2003 menurut BPS (Biro Pusat Statistik), DepKes, 2003. Sebagai aspek kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan banyak yang belum terpenuhi karena ketidak tersediaan konseling dan pelayanan KB yang merupakan hal terpenting dalam menurunkan resiko. Pada tahun 2003 yaitu 2/3 atau (66,67%) perempuan menikah di Indonesia menggunakan kontrasepsi modern atau IUD/AKDR 14,8%, (Departemen Kesehatan, 2009).
IUD atau Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah satu alat kontrasepsi modern yang telah dirancang sedemikian rupa (baik bentuk, ukuran, bahan, dan masa aktif fungsi kontrasepsinya), bentuknya bermacam-macam. IUD adalah alat kontrasepsi yang efektiftasnya sangat tinggi, yaitu 0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama pemakaian, 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan (Hidayati, 2009).
B.     Rumusan Masalah
1.    Apakah pengertian Alat Kontrasepsi KB?
2.    Apasajakah macam Alat Kontrasepsi KB?
3.    Bagaimanakah cara kerja Alat Kontrasepsi KB?
4.    Bagimanakah cara pemberian Alat Kontrasepsi KB?

C. Tujuan
1.    Mengerti pengertian Alat Kontrasepsi KB
2.    Mengetahui macam Alat Kontrasepsi KB
3.    Mengetahui cara kerja Alat Kontrasepsi KB
4.    Mengetahui cara pemberian Alat Kontrasepsi KB




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Alat Kontrasepsi KB
1.    Metode KB Pil
·      Komposisi
Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.
·      Mekanisme Kerja
Pil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah diproduksi oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon yang terkandung dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim sehingga mempersulit sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan menebalkan dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk kehamilan.
·      Kualitas
-       Apabila digunakan secara rutin dan tepat waktu, Pil KB Andalan 99,7% ampuh mencegah kehamilan
-       Kualitas telah memenuhi standard internasional
-       Membantu mencegah kehamilan di luar rahim, kanker indung telur, kanker rahim, kista dan kanker payudara
-       Hormon yang terkandung pada setiap pil merupakan perpaduan bahan yang sangat baik, sehingga kandungan hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah sama. Hal ini tentu sangat berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek samping dan meningkatkan efektifitas kerja dari pil ini.
·      Keunikan
Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
-       Efek samping rendah
-       Nyaman
-       Menjaga siklus haid agar lebih teratur
-       Menjaga kestabilan berat badan
-       Menjaga kesehatan kulit
-       Kandungan hormon rendah
-       Kembali subur dengan cepat
·      EfekSamping
Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
-       Mual
-       Sakit kepala ringan
-       Pada masa 3 bulan pertama mungkin akan terjadi spotting diantara masa haid
·      Penting untuk diperhatikan
Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
-       Pil KB Andalan diminum di hari pertama haid
-       Pil KB Andalan harus diminum satu tablet setiap hari pada waktu yang sama untuk mengurangi kemungkinan efek samping
-       Pil KB Andalan tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin dan HIV/AIDS
-       Bila lupa minum 1 butir pil hormonal (berwarna kuning) maka harus minum 2 butir pil hormonal segera setelah Anda mengingatnya
-       Apabila lupa meminum 2 butir atau lebih pil hormonal (berwarna kuning), maka dalam 7 hari gunakan kondom apabila melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan seksual selama 7 hari
-       Apabila lupa meminum 1 butir pil pengingat (berwarna putih) maka buang pil pengingat yang terlupaka
2.    Metode KB Suntik
KB Suntik adalah salah satu metode Mencegah Kehamilan yang saat ini banyak digunakan di negara-negara berkembang. KB Suntik bekerja mengentalkan lendir rahim sehingga sulit untuk ditembus oleh sperma untuk pembuahan. Jenis Alat Kontrasepsi ini juga mencegah sel telur menempel ke dinding rahim sehingga proses kehamilan bisa dicegah.
·      Jenis Suntik KB
KB Suntik dibagi menjadi jenis, yaitu:
-       KB Suntik 3 Bulan
Jenis Suntikan KB yang mengandung hormon Depo Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dengan volume 150 mg. Alat kontrasepsi ini diberikan setiap 3 bulan atau 12 Minggu. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama saat periode menstruasi Anda, atau 6 minggu setelah persalinan. Jenis Suntikan KB ini ada yang dikemas dalam cairan 1ml atau 3ml.
-       KB Suntik 1 Bulan
Jenis Suntikan KB yang diberikan 1 bulan sekali. Dengan pemberian suntikan pertama sama dengan suntik 3 bulan, yaitu setelah 7 hari pertama periode menstruasi, atau 6 minggu setelah melahirkan. Alat kontrasepsi ini mengandung kombinasi hormon Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dan Estradiol Cypionate (hormon estrogen).
·      Kelebihan Suntik KB
Metode KB Suntik adalah metode kontrasepsi hormonal efektif mencegah kehamilan hingga 99%. Memberikan kenyamanan kepada pasangan suami istri, karena dengan satu kali suntikan anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi selama 1 sampai 3 bulan, sesuai dengan jenis Suntik KB yang anda pilih. Anda dan pasangan bisa lebih spontan dalam berhubungan intim tanpa harus khawatir menjadi hamil. Kehamilan bisa anda dapatkan kembali, setelah menghentikan penggunaan KB Suntik.
Metode KB Suntik dapat digunakan oleh ibu menyusui, dengan catatan suntikan pertama diberikan 6 minggu setelah persalinan, Menurunkan resiko kanker rahim dan memberikan perlindungan terhadap infeksi panggul.
·      Kekurangan Suntik KB
Dari beberapa kelebihan Metode KB Suntik tersebut diatas, pada beberapa kasus KB Suntik juga memberikan efek samping terutama pada awal pemakaian, yang diantaranya adalah:
-       Siklus haid menjadi tidak teratur berkepanjangan, atau bahkan anda tidak mengalami haid sama sekali, selama beberapa bulan pertama saat pemakaian atau berhenti melakukan KB suntik,
-       Beberapa ibu yang menggunakan metode KB suntik 3 bulan mengalami penambahan berat,
-       Ibu mengalami jerawat, sakit kepala, nyeri payudara, perubahan suasana hati, dan perut kembung,
-       Pada beberapa kasus, kesuburan wanita baru pulih setelah beberapa bulan menghentikan penggunaan KB suntik.
·      Biaya KB Suntik
Biaya KB Suntik 1 bulan Rp 25.000 - Rp 30.000, Biaya KB Suntik 3 bulan Rp 15.000 - Rp 25.000 dan untuk lebih jelasnya silahkan konsultasikan ke bidan atau dokter kandungan anda, saat masih melakukan cek up saat kehamilan.

3.    Metode KB Implant
KB Implan sebagai alat kontrasepsi bawah kulit atau implant adalah mampu bekerja efektif selama 5 tahun. Alat Kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas. Susuk KB tidak akan membuat Anda lebih awet muda dan disukai oleh banyak orang. Namun, susuk ini berfungsi untuk mencegah kehamilan bagi anda yang melakukan program KB.
Susuk KB mengandung Hormon progestin yang akan mencegah indung telur melepaskan sel telur yang dihasilkan dan menebalkan mukus di mulut rahim sehingga sperma sulit untuk melewatinya. Hormon progestin juga akan menjaga dinding rahim agar tetap tipis sehingga sulit bagi telur berhasil dibuahi untuk menempel di dinding rahim tersebut. Susuk KB efektif mencegah kehamilan hingga mencapai 99%. Artinya, kehamilan dapat terjadi kurang dari 1 di antara 100 wanita yang menggunakan metode kontrasepsi ini.
·      Kelebihan Lain Susuk KB
Pertimbangan awal pelaku program KB memilih Alat kontrasepsi dengan kelebihan yang sesuai dengan kriteria yang dia inginkan. Adalah kelebihan dari susuk KB adalah sebagai berikut:
-       Mampu mencegah kehamilan hingga jangka waktu 5 tahun.
-       Berbentuk elastic, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau luka di dalam kulit.
-       Kesuburan Wanita kembali pulih setelah Susuk KB ini dilepas.
-       Ketika akan dilakukan pemasangan tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
-       Tidak mengandung hormon estrogen, sehingga efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit.
-       Tidak memberikan masalah saat melakukan hubungan seks.
-       Cocok untuk Alat Kontrasepsi Ibu Menyusui, karena tidak mengganggu produksi ASI baik volume dan kualitasnya,
-       Hanya perlu pemeriksa ke tenaga kesehatan terdekat apabila terjadi efek samping, Bisa dilepas kapan saja, sesuai dengan keinginan anda.
·      Kekurangan Susuk KB
Selain kelebihan diatas, susuk KB juga mempunyai kekurangan yang diantaranya adalah:
-       Setelah pemasangan biasanya pasien akan merasa mual, sakit kepala, perubahan perasaan atau kegelisahan.
-       Memicu terjadinya peningkatan atau penurunan berat badan. Peningkatan berat badan biasanya disebabkan karena.
-       Mengganggu penampilan, karena susuk biasanya akan terlihat sedikit menonjol pada kulit, dan terasa apabila diraba. Saat pelepasan diperlukan penyayatan pada kulit, sehingga bisa menimbulkan bekas luka.
-       Perlu dilakukan pembedahan kecil untuk pemasangan dan dan pelepasan.
-       Tidak dianjurkan untuk wanita yang menderita penyakit kanker payudara,hati, penggumpalan darah, perdarahan tanpa sebab, kolesterol tinggi,pasien darah tinggi, penyakit kandung empedu, siklus menstruasi tidak teratur, dan pasien penyakit jantung.
·      Biaya Susuk KB
Biaya susuk KB atau Implan berdasarkan menteri kesehatan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
No.
Jenis Susuk KB
Kemasan
Harga
1.
Susuk KB I : Etonogestrel 68 mg
1 set 1 implant
Rp. 269.840,-
2.
Susuk KB II : Levonogestrel 75 mg
1 set 2 implant
Rp. 210.270,-
3.
Susuk KB II : Levonogestrel 75 mg+Inserter
1 set 2 implant+Inserter
Rp. 275.000,-
4.
Susuk KB III : Levonogestrel 36 mg
1 set 6 implant
Rp. 283.400,-

Namun berdasarkan pengalaman beberapa narasumber, Harga Susuk KB di tahun 2013 adalah untuk menggunakan 1 susuk biayanya sekitar Rp 250.000,-, sedangkan untuk 2 susuk sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000.
·      Ringkasan :
-       Kelebihan Susuk KB atau KB Implan adalah efektif hingga 90% selama 5 tahun
-       Kekurangan Susuk KB adalah Mengganggu penampilan dan kontraindikasi dengan beberapa penyakit lain
-       Biaya Susuk KB masih cukup terjangkau karena masih dibawah Rp 300.000,-

4.    Metode KB IUD
Kelebihan Alat Kontrasepsi IUD / Spiral adalah aspek utama banyaknya ibu yang memilih sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan saat KB. Jenis alat kontrasepsi ini berbentuk seperti huruf T, dengan metode pemasangannya dimasukan ke dalam rahim. IUD terbuat dari bahan dasar hormon, yang akan melepaskan progestin dengan tujuan menghambat ovulasi. IUD biasanya  dapat berfungsi selama 5 tahun mulai dari awal pemasangan
·      Kelebihan Intrauterine Device (IUD)
·      Sebagai calon akseptor anda tentu harus mendapatkan informasi yang benar mengenai alat kontrasepsi yang akan anda gunakan, sehingga anda lebih yakin kepada alat kontrasepsi tersebut. Adapun beberapa point mengenai keuntungan IUD, adalah:
-       Tingkat efektifitas mencapai 0,6 – 0,8 kehamilan per 100 wanita yang menggunakannya. Atau dengan kata lain 1 kegagalan pada 125 – 170 pengguna
-       Langsung Efektif begitu terpasang di rahim
-       Anda hanya perlu melakukan pengecekan satu tahun sekali ke dokter yang memasang IUD.
-       Tidak menimbulkan efek samping hormonal seperti pada alat kontrasepsi hormonal yang lain,
-       Dianjurkan untuk ibu menyusui karena tidak akan mempengaruhi volume dan kualitas ASI
-       Apabila tidak terjadi infeksi bisa dipasang setelah melahirkan
-       Dapat digunakan setelah 1 tahun atau lebih masa haid terakhir (masa menopause)
-       Membantu mencegah kehamilan di luar kandungan.
-       Dapat dipasang kapan saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal anda tidak sedang hamil atau diperkirakan hamil.
·      Kekurangan Intrauterine Device (IUD)
Selain keuntungan tersebut diatas, Alat Kontrasepsi IUD memberikan kerugian atau efek samping dari, yang diantaranya adalah:
-       Memerlukan prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik sebelum dipasang Alat Kontrasepsi Intrauterine Device IUD, dan pemasangan harus oleh petugas terlatih (bidan atau dokter)
-       Bagian organ reproduksi wanita mungkin akan terasa sakit dan kejang selama 3 - 5 hari setelah pemasangan IUD\
-       Terjadi perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama, setelah pemasangan
-       Terjadi pendarahan diantara masa menstruasi, hal ini dikarenakan Alat IUD mengenai dinding rahim dan menimbulkan luka
-       Darah Haid biasanya akan lebih lama dan lebih banyak. Dan apabila pendarahan haid sangat banyak dapat menyebabkan anemia
-       Terjadi Keluhan pada suami saat berhubungan badan, karena pemasangan benang IUD      terlalu panjang. Hal ini bisa diatasi dengan memotong benang lebih pendek atau melipatnya ke dalam rahim yang dilakukan oleh bidan atau dokter spesialis kandungan,
-       Apabila pemasangan IUD tidak benar, menyebabkan perforasi pada dinding uterus
-       Tidak dapat mencegah infeksi penyakit menular seksual, sehingga tidak disarankan untuk perempuan yang sering berganti pasangan. Infeksi ini akan memicu terjadinya penyakit radang panggul
-       1 dari 1000 wanita, mengalami terlepasnya IUD.
-       IUD hanya mencegah kehamilan normal dan tidak dapat mencegah kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.
-       Wanita yang menggunakan IUD sebagai KB harus memeriksa posisi benang dari waktu ke waktu. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan jari ke dalam vagina.
·      Biaya Intrauterine Device (IUD)
Biaya IUD bisa dikatakan sangat terjangkau apabila dibandingkan dengan manfaat yang dicapai. Biaya IUD untuk 5 tahun adalah sekitar Rp 500.000,-. Sedangkan untuk Biaya IUD 10 tahun biasanya sekitar Rp. 800.000,-.
Beberapa penjelasan Kelebihan
Alat Kontrasepsi IUD dan Kekurangan diatas maka alat kontrasepsi memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk Mencegah Kehamilan yang efektif, dibandingkan kekurangannya.

B.  Asuhan Kebidanan Pada Aseptor KB  

Asuhan Kebidanan Pada Ny “A”
Akseptor Kb Suntik 3 Bulan

I.     Pengkajian
Tanggal: 21 Oktober 2015                                             Pukul : 18:00 WIB
A.  Data Subyektif.
1.    Identitas Pasien
Nama pasien: Ny “A”                        Nama Suami: Tn “N”
Umur: 39 tahun                                  Umur: 42 tahun
Agama: Islam                                     Agama: Islam
Suku/bangsa: Jawa/Indonesia            Suku/bangsa: Jawa/Indonesia
Pendidikan: SMA                              Pendidikan: SMA
Pekerjaan: Swasta                              Pekerjaan: swasta 
Alamat : rungkut menanggal II/27
2.    Keluhan Utama
Ibu ingin suntik KB 3 bulan, dan ibu mengatakan tidak pernah haid saat menggunakan KB suntik 3 bulan
3.    Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti penyakit menular seksual, paru-paru, penyakit kuning dan ibu tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung, ginjal serta tidak pernah menderita penyakit menurun, seperti asma, kencing manis dan tekanan darah tinggi.

4.    Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dari keluarga ibu dan suami tidak mempunyai riwayat yang menderita penyakit menular seperti penyakit menular seksual, paru-paru, dan penyakit kuning, dan tidak ada yang menderita penyakit kronis, seperti jantung, ginjal serta tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti asma, kencing manis, dan tekanan darah tinggi
5.    Riwayat Haid
Menarche        : 12 thn
Banyaknya      : 1-2 kotek / hari
Siklus              : 28 hari
Lama               : 7 hari
Warna             : Merah
Dismenorhea   : Tidak ada
Bau                 : Anyir
Flour Albus     : Tidak ada
Teratur / tidak : Teratur
6.    Riwayat Pernikahan
Nikah              : 1 Kali
Umur kawin    : 25 tahun 
Lama kawin    : 14 tahun
7.    Riwayat Obstetri
Hamil
TTL
UK
Jenis persalinan
Penolong
Komplikasi
L/
P
BBL
Laktasi
Komplikasi
Nifas
1
20-06-02
38 mgg
Spontan
Bidan
-
P
3000gr
Ya
-
-
2
01-07-07
39 mgg
Spontan
Bidan
=
L
3.200 gr
Ya
-
-




8.    Riwayat KB Dahulu
·      Ibu menjadi akseptor KB pil setelah melahirkan anak pertama selama 5 tahun tanpa keluhan dan berhenti karena ingin hamil.
·      Ibu menjadi akseptor KB suntik setelah melahirkan anak kedua hingga sekarang tanpa keluhan.
9.    Keadaan Psikososial
Hubungan ibu dan suami baik dan ibu percaya kepada petugas kesehatan
10.     Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a.    Nutrisi
Makan             : 3x / hari, porsi sedang dengan menu nasi, sayur, lauk pauk
Minum : 6-7 gelas/hari, air putih kadang es jus atau susu
b.    Aktifitas sehari-hari
Ibu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, seperti memasak, mencuci pakaian dan membersihkan rumah serta merawat anak-anaknya.
c.    Eliminasi
BAB : 1x / hari, konsistensi lunak, berwarna kuning, bau khas,
tidak ada nyeri
BAK : 5 – 6x / hari, warna kuning,jernih, bau khas dan tidak nyeri
d.   Personal Hygien
Ibu mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, kramas 3x seminggu, ganti baju 2x sehari
e.    Istirahat Tidur
Siang   : Ibu mengatakan tidur siang ± 1 jam/hari
Malam : Ibu mengatakan tidur malam ± 7-8 jam/hari
f.     Seksualitas
2 × seminggu
11.     Latar Belakang Sosial Budaya
Ibu dan suami berasal dari suku jawa dan idak ada kebiasaan atau keyakinan yang berhubungan dengan metode kontrasepsi tertentu

B.  Data Obyektif\
1.    Pemeriksaan Umum
Keadaan umum   : Baik
Kesadaran           : Composmentis
BB / TB               : 50 kg / 155 cm
BB 3 bulan lalu   : 48 kg
Tekanan Darah    : 120 / 80 mmHg
Nadi                    : 84 kali / menit
Suhu                    : 36,5 ˚ C
Respirasi              : 20 kali / menit
2.    Pemeriksaan Khusus
a.    Inspeksi
Kepala                      : Warna rambut hitam, tidak ada ketombe,
tidak rontok.
Mata                         : Simetris, sklera putih, konjungtiva merah
muda tidak konjungtivitis, refllek pupil (+)
Mulut dan gigi         : Mukosa lembab, tidak stomatitis, gigi tidak
ada carries dan tidak berlubang, lidah berwarna merah muda, tidak pembesaran tonsil
Hidung                     : Bersih, tidak ada secret, tidak ada polip
Telinga                     : Simetris, tidak ada benjolan, tidak ada
serumen kanan dan kiri
Leher                        : Tidak ada pembesaran tyroid dan vena
jugularis
Dada                        : Payudara simetris, puting susu mendatar
Abdomen                 : Tidak ada luka bekas operasi, tidak buncit
Genetalia                  : Perineum utuh, tidak odem, tidak ada luka
jahitan, anus bersih tidak terdapat hemoroid
Ekstremitas atas       : Simetris, tidak odem, tidak terdapat varises
Ekstremitas bawah   : Simetris, tidak odem, tidak terdapat varises

b.    Palpasi
Kepala                      : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
Leher                        : Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid
Axilla                       : Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe
Payudara                  : Tidak teraba adanya benjolan,tidak ada nyeri
tekan
Abdomen                 : Tidak ada nyeri tekan
c.    Auskultasi
Dada                        : tidak ada ronchi ataupun weezing
Abdomen                 : bising usus (+)
d.   Perkusi
Abdomen                 : Timpani
Patella                      : Tidak dikaji

II. Interpretasi Data Dasar
Data Subyektif    : Ibu mengatakan ingin suntik ulang KB suntik 3 bulan
Data Obyektif     : Keadaan umum : Baik
Kesadaran         : Composmentis
TB / BB             : 155 cm / 50 kg
BB 3 bulan lalu : 48 kg
Tekanan Darah  : 120/80 mmHg
Nadi                  : 84× / menit
Suhu                  : 36,5˚ C
RR                     : 20x/menit
Diagnosa             : Ny. “A” usia 39 tahun akseptor lama KB suntik 3 bulan

III. Antisipasi Masalah Potensial
Tidak ada

IV. Identifikasi Kebutuhan Segera
Tidak Ada

V. Intervensi
Tanggal  : 21 Oktober 2015
Jam        : 18:00 WIB
1.    Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga pasien
R : Terjalin hubungan baik antara pasien dan petugas kesehatan
2.    Jelaskan hasil pemetriksaan TTV pada Ibu
R  : Mengetahui hasil pemeriksaan diharapkan ibu dapat mengetahui
keadaanya saat ini
3.    Lakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan secara IM
R : Pemberian KB suntik bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan
4.    Jelaskan efek samping KB suntik 3 bulan
R  : Mengetahui efek samping yang terjadi , pasien lebih siap dalam
menghadapi efek samping dan bisa menerimanya
5.    Catat dan tulis kembali kunjungan ulang berikutnya di buku registrasi KB dan kartu KB pasien
R  : Ibu dapat melakukan kunjungan ulang kembali

VI. Implementasi
Tanggal  : 07-08-2012
Jam        : 18:00 WIB
1.    Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarganya dengan menerapkan senyum, salam, sapa, sopan dan santun
2.    Menjelaskan tentang hasil pemeriksaan, memeberitahu bahwa tidak terjadi kelainan, keadaan ibu baik, dan ibu bisa dilakukan penyuntikan
3.    Melakukan penyuntikan secara intramuscular pada daerah bokong , 1/3 spina iliaka anterior posterior-sacrum
4.    Menjelaskan pada ibu bahwa spoting merupakan salah satu efek samping yang umum terjadi pada kontrasepsi KB suntik 3 bulan
5.    Memberitahu ibu kunjungan ulang berikutnya pada tanggal 31 oktober 2012


VII. Evaluasi
Tanggal  : 07-08-2012
Jam        : 18:10 WIB
S   : Ibu mengatakan sudah mendapatkan suntikan KB 3 bulan
O : Ibu mengerti penjelasan petugas kesehatan
Keadaan umum   : Baik
Kesadaran           : Composmentis
BB sekarang        : 50 kg
 TD                      : 120/80 mmHg
Nadi                    : 84× / menit
Suhu                    : 36,5˚ C
RR                       : 20x / menit
A : Ny. “A” usia 39 tahun akseptor lama KB suntik 3 bulan
P   : Menulis kembali jadwal ulang KB suntik 3 bulan pada tanggal 31 oktober
2012





BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Program gerakan KB di laksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa di mana pada saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan di segala bidang, termasuk untuk mengatasi berbagai masalah kependudukan seperti pertumbuhan penduduk yang tinggi, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kualitas sumber daya manusia yang relatif rendah.
Cara pelayanan KB sangat beragam, yaitu metode sederhana tanpa alat dan dengan alat, metode efektif dan metode mantap. Metode sederhana tanpa alat misalnya KB alamiah lendir servik, KB alamiah suhu basal dan Coitus Interuptus atau biasa disebuh na’zl, metode sederhana dengan alat misalnya dengan kondom, diafragma, spermatisida dan intervag. Untuk metode efektif misalnya KB oral yang terdiri dari mini pil dan pil kombianasi, suntik KB 1 atau 3 bulan, KB implant / susuk, KB AKDR / IUD. Metode mantap terdiri dari vasektomi, tubektomi atau histerektomi yang dapat diberikan oleh doter di Rumah Sakit.

B.       Saran
Sebaiknya bidan memberikan informasi tentang kontrasepsi baik dari segi keuntungan maupun kerugian sehingga ibu dapat memilih alat kontrasepsi mana yang sesuai dengan keinginan ibu. Selain itu, bidan juga memberikan informasi tentang cara peggunan dari kontrasepsi yang telah dipilih oleh ibu.




DAFTAR PUSTAKA

Anna, Dkk. 2006. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Buku Kedokteran, EGC.
BKKBN. 2007. Kebijakan Keluarga Berencana Nasional. Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo