MAKALAH
ALAT KONTRASEPSI KB
Dosen
Pembimbing : Woro Tri Utami, S. SiT, M. Kes
Disusun
Oleh :
Jati
Putri Nastitie (201302019)
PROGRAM STUDY DIII KEBIDANAN
AKADEMI KESEHATAN RAJEKWESI
BOJONEGORO
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga
penyusunan makalah ini dapat di selesaikan. Makalah ini disusun sebagai tugas
mata kuliah Farmakologi dengan judul ”Alat Kontrasepsi KB”.
Terima kasih disampaikan kepada pembimbing
kami ibu Woro Tri Utami, S. SiT, M.Kes yang telah membimbing dalam penyusunan
makalah ini. Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan makalah kami
yang tidak sempurna, maka dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun makalah ini menjadi lebih baik.
Demikianlah makalah ini kami susun semoga bermanfaat bagi
semua.
Bojonegoro,
Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar .......................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan .................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Alat Kontrasepsi KB .............................................................................. 4
1.
Metode
KB Pil .................................................................................. 4
2.
Metode
KB Suntik ............................................................................ 5
3.
Metode
KB Implant .......................................................................... 7
4.
Metode
KB IUD ............................................................................... 10
B. Asuhan Kebidanan Pada Aseptor KB ................................................... 12
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................................ 19
B. Penutup .................................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 20
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dari hasil sensus penduduk
tahun 2009 dikemukakan bahwa penduduk Indonesia mencapai 231 juta jiwa. Laju
pertumbuhan penduduk Indonesia pertahun sebesar 1,29%. Berdasarkan penilaian
United Nations Development Program (UNDP) pada tahun 2005, kualitas sumber daya
manusia yang diukur melaui indeks pembangunan. Manusia telah menempatkan
Indonesia pada urutan peringkat 110 dari 177 negara. Kondisi ini akan semakin
terpuruk jika program pembangunan yang disiapkan pemerintah tak mampu menyentuh
seluruh masyarakat. Itu sebabnya pemerintah pusat perlu terus memberikan
perhatian terhadap program KB. Tujuannya adalah untuk menekan laju pertumbuhan
penduduk agar program pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
(Humaniraya, 2009).
Menurut WHO (World
Health Organisation) expert Committee 1970: keluarga berencana adalah tindakan
yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak
diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan, mengatur
interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan
dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun,
2008).
Berdasarkan data survey
demografi dan kesehatan Indonesia pada tahun 2007 pengguna kontrasepsi IUD
menduduki peringkat ke empat, dari sejumlah 746.702 peserta KB dan yang
menggunakan IUD sebanyak (2,74%) (BKKBN, 2007).
Berdasarkan hasil
survey Demografi dan Kesehatan di indonesia tahun 1994, pemakai IUD yang
tertinggi adalah Bali (41,1 %) disusul Yogyakarta dan Sulawesi Utara. Secara
nasional program KB menargetkan pencapaian akseptor pada tahun 1985 sebesar 60
%. Bali sebagai bagian wilayah Indonesia juga melaksanakan program KB secara
resmi sejak tahun 1970. Pada tahun 2002 telah tercapai 75 % melebihi target
nasional yakni 60% (Stratfield, 2002).
Dari rekapitulasi laporan pengendalian
program KB nasional tingkat Provinsi Sumatera Utara pada bulan januari tahun
2009 diketahui bahwa dari 2.041.398 Pasangan Usia Subur, terdiri dari peserta
KB aktif sebanyak 1.309.498 Pasangan Usia Subur (64,14%), dan Pasangan Usia
Subur yang bukan merupakan peserta KB sebanyak 731.900 Pasangan Usia Subur
(35,85%), yang menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 137.321 Pasangan Usia Subur
(10,48%) (BKKBN, 2009).
Di kota Medan bulan
Oktober tahun 2009 diketahui bahwa dari 50.361 Pasangan Usia Subur, terdiri
dari peserta KB aktif sebanyak 38.222 Pasangan Usia Subur (75,89%), dan
Pasangan Usia Subur yang bukan merupakan peserta KB sebanyak 12.139 Pasangan
Usia Subur (24,10%), yang menggunakan kontrasepsi IUD sebanyak 1.524 Pasangan
Usia Subur (3,98%). (Moehqadri, 2009).
Angka kesuburan total
atau TFR di Indonesia turun dari 5,6% menjadi 2,6%. Tahun 2002 sampai 2003
menurut BPS (Biro Pusat Statistik), DepKes, 2003. Sebagai aspek kebutuhan
kesehatan reproduksi perempuan banyak yang belum terpenuhi karena ketidak
tersediaan konseling dan pelayanan KB yang merupakan hal terpenting dalam
menurunkan resiko. Pada tahun 2003 yaitu 2/3 atau (66,67%) perempuan menikah di
Indonesia menggunakan kontrasepsi modern atau IUD/AKDR 14,8%, (Departemen
Kesehatan, 2009).
IUD atau Alat kontrasepsi dalam rahim
(AKDR) adalah satu alat kontrasepsi modern yang telah dirancang sedemikian rupa
(baik bentuk, ukuran, bahan, dan masa aktif fungsi kontrasepsinya), bentuknya
bermacam-macam. IUD adalah alat kontrasepsi yang efektiftasnya sangat tinggi,
yaitu 0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama pemakaian, 1
kegagalan dalam 125-170 kehamilan (Hidayati, 2009).
B. Rumusan
Masalah
1.
Apakah
pengertian Alat Kontrasepsi KB?
2.
Apasajakah
macam Alat Kontrasepsi KB?
3.
Bagaimanakah
cara kerja Alat Kontrasepsi KB?
4.
Bagimanakah
cara pemberian Alat Kontrasepsi KB?
C. Tujuan
1.
Mengerti
pengertian Alat Kontrasepsi KB
2.
Mengetahui
macam Alat Kontrasepsi KB
3.
Mengetahui
cara kerja Alat Kontrasepsi KB
4.
Mengetahui
cara pemberian Alat Kontrasepsi KB
BAB II
PEMBAHASAN
A. Alat
Kontrasepsi KB
1. Metode
KB Pil
· Komposisi
Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.
Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28 hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung 0.15 mg Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon Estrogen) dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.
· Mekanisme Kerja
Pil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang telah diproduksi
oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon yang terkandung
dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim sehingga mempersulit
sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB Andalan akan menebalkan
dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk kehamilan.
· Kualitas
- Apabila digunakan secara
rutin dan tepat waktu, Pil KB Andalan 99,7% ampuh mencegah kehamilan
- Kualitas telah memenuhi
standard internasional
- Membantu mencegah kehamilan
di luar rahim, kanker indung telur, kanker rahim, kista dan kanker payudara
- Hormon yang terkandung pada
setiap pil merupakan perpaduan bahan yang sangat baik, sehingga kandungan
hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah sama. Hal ini tentu sangat
berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek samping dan meningkatkan
efektifitas kerja dari pil ini.
· Keunikan
Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
- Efek samping rendah
- Nyaman
- Menjaga siklus haid agar
lebih teratur
- Menjaga kestabilan berat
badan
- Menjaga kesehatan kulit
- Kandungan hormon rendah
- Kembali subur dengan cepat
· EfekSamping
Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
- Mual
- Sakit kepala ringan
- Pada masa 3 bulan pertama
mungkin akan terjadi spotting diantara masa haid
· Penting untuk diperhatikan
Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual dan
sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:
- Pil KB Andalan diminum di
hari pertama haid
- Pil KB Andalan harus diminum
satu tablet setiap hari pada waktu yang sama untuk mengurangi kemungkinan efek
samping
- Pil KB Andalan tidak
memberikan perlindungan terhadap penyakit kelamin dan HIV/AIDS
- Bila lupa minum 1 butir pil
hormonal (berwarna kuning) maka harus minum 2 butir pil hormonal segera setelah
Anda mengingatnya
- Apabila lupa meminum 2 butir
atau lebih pil hormonal (berwarna kuning), maka dalam 7 hari gunakan kondom
apabila melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan seksual selama 7 hari
- Apabila lupa meminum 1 butir
pil pengingat (berwarna putih) maka buang pil pengingat yang terlupaka
2. Metode
KB Suntik
KB Suntik adalah salah satu metode Mencegah Kehamilan
yang saat ini banyak digunakan di negara-negara berkembang. KB Suntik bekerja
mengentalkan lendir rahim sehingga sulit untuk ditembus oleh sperma untuk
pembuahan. Jenis Alat
Kontrasepsi ini juga mencegah
sel telur menempel ke dinding rahim sehingga proses kehamilan bisa dicegah.
·
Jenis Suntik KB
KB Suntik dibagi
menjadi jenis, yaitu:
-
KB Suntik 3 Bulan
Jenis Suntikan KB
yang mengandung hormon Depo Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin)
dengan volume 150 mg. Alat kontrasepsi ini diberikan setiap 3 bulan atau 12
Minggu. Suntikan pertama diberikan 7 hari pertama saat periode menstruasi Anda,
atau 6 minggu setelah persalinan. Jenis Suntikan KB ini ada yang dikemas dalam
cairan 1ml atau 3ml.
-
KB Suntik 1 Bulan
Jenis Suntikan KB
yang diberikan 1 bulan sekali. Dengan pemberian suntikan pertama sama dengan
suntik 3 bulan, yaitu setelah 7 hari pertama periode menstruasi, atau 6 minggu
setelah melahirkan. Alat kontrasepsi ini mengandung kombinasi hormon
Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dan Estradiol Cypionate (hormon
estrogen).
·
Kelebihan Suntik KB
Metode KB Suntik adalah metode kontrasepsi hormonal efektif
mencegah kehamilan hingga 99%. Memberikan kenyamanan kepada pasangan suami
istri, karena dengan satu kali suntikan anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi
selama 1 sampai 3 bulan, sesuai dengan jenis Suntik KB yang anda pilih. Anda
dan pasangan bisa lebih spontan dalam berhubungan intim tanpa harus khawatir
menjadi hamil. Kehamilan bisa anda dapatkan kembali, setelah menghentikan
penggunaan KB Suntik.
Metode KB Suntik dapat digunakan oleh ibu menyusui, dengan catatan suntikan pertama diberikan 6 minggu setelah persalinan, Menurunkan resiko kanker rahim dan memberikan perlindungan terhadap infeksi panggul.
Metode KB Suntik dapat digunakan oleh ibu menyusui, dengan catatan suntikan pertama diberikan 6 minggu setelah persalinan, Menurunkan resiko kanker rahim dan memberikan perlindungan terhadap infeksi panggul.
·
Kekurangan Suntik KB
Dari beberapa
kelebihan Metode KB Suntik tersebut diatas, pada beberapa kasus KB Suntik juga
memberikan efek samping terutama pada awal pemakaian, yang diantaranya adalah:
-
Siklus haid menjadi
tidak teratur berkepanjangan, atau bahkan anda tidak mengalami haid sama
sekali, selama beberapa bulan pertama saat pemakaian atau berhenti melakukan KB
suntik,
-
Beberapa ibu yang
menggunakan metode KB suntik 3 bulan mengalami penambahan berat,
-
Ibu mengalami
jerawat, sakit kepala, nyeri payudara, perubahan suasana hati, dan perut
kembung,
-
Pada beberapa kasus,
kesuburan wanita baru pulih setelah beberapa bulan menghentikan penggunaan KB
suntik.
·
Biaya KB Suntik
Biaya KB Suntik 1
bulan Rp 25.000 - Rp 30.000, Biaya KB Suntik 3 bulan Rp 15.000 - Rp 25.000 dan
untuk lebih jelasnya silahkan konsultasikan ke bidan atau dokter kandungan
anda, saat masih melakukan cek up saat kehamilan.
3.
Metode KB Implant
KB
Implan sebagai alat kontrasepsi bawah kulit atau implant adalah mampu bekerja
efektif selama 5 tahun. Alat Kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan
atas. Susuk KB tidak akan membuat Anda lebih awet muda dan disukai oleh banyak
orang. Namun, susuk ini berfungsi untuk mencegah kehamilan bagi anda yang
melakukan program KB.
Susuk
KB mengandung Hormon progestin yang akan mencegah indung telur melepaskan sel
telur yang dihasilkan dan menebalkan mukus di mulut rahim sehingga sperma sulit
untuk melewatinya. Hormon progestin juga akan menjaga dinding rahim agar tetap
tipis sehingga sulit bagi telur berhasil dibuahi untuk menempel di dinding
rahim tersebut. Susuk KB efektif mencegah kehamilan hingga mencapai 99%.
Artinya, kehamilan dapat terjadi kurang dari 1 di antara 100 wanita yang
menggunakan metode kontrasepsi ini.
·
Kelebihan Lain Susuk KB
Pertimbangan awal
pelaku program KB memilih Alat kontrasepsi dengan kelebihan yang sesuai
dengan kriteria yang dia inginkan. Adalah kelebihan dari susuk KB adalah
sebagai berikut:
-
Mampu mencegah
kehamilan hingga jangka waktu 5 tahun.
-
Berbentuk elastic,
sehingga tidak menimbulkan rasa sakit atau luka di dalam kulit.
-
Kesuburan Wanita
kembali pulih setelah Susuk KB ini dilepas.
-
Ketika akan dilakukan
pemasangan tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
-
Tidak mengandung
hormon estrogen, sehingga efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit.
-
Tidak memberikan
masalah saat melakukan hubungan seks.
-
Cocok untuk Alat
Kontrasepsi Ibu Menyusui, karena tidak
mengganggu produksi ASI baik volume dan kualitasnya,
-
Hanya perlu pemeriksa
ke tenaga kesehatan terdekat apabila terjadi efek samping, Bisa dilepas kapan saja, sesuai dengan keinginan anda.
·
Kekurangan Susuk KB
Selain kelebihan
diatas, susuk KB juga mempunyai kekurangan yang diantaranya adalah:
-
Setelah pemasangan
biasanya pasien akan merasa mual, sakit kepala, perubahan perasaan atau
kegelisahan.
-
Memicu terjadinya
peningkatan atau penurunan berat badan. Peningkatan berat badan biasanya
disebabkan karena.
-
Mengganggu
penampilan, karena susuk biasanya akan terlihat sedikit menonjol pada kulit,
dan terasa apabila diraba. Saat pelepasan diperlukan penyayatan pada kulit,
sehingga bisa menimbulkan bekas luka.
-
Perlu dilakukan
pembedahan kecil untuk pemasangan dan dan pelepasan.
-
Tidak dianjurkan
untuk wanita yang menderita penyakit kanker payudara,hati, penggumpalan darah,
perdarahan tanpa sebab, kolesterol tinggi,pasien darah tinggi, penyakit kandung
empedu, siklus menstruasi tidak teratur, dan pasien penyakit jantung.
·
Biaya Susuk KB
Biaya susuk KB atau
Implan berdasarkan menteri kesehatan tahun 2010 adalah sebagai berikut:
No.
|
Jenis Susuk KB
|
Kemasan
|
Harga
|
1.
|
Susuk KB I :
Etonogestrel 68 mg
|
1 set 1 implant
|
Rp. 269.840,-
|
2.
|
Susuk KB II :
Levonogestrel 75 mg
|
1 set 2 implant
|
Rp. 210.270,-
|
3.
|
Susuk KB II :
Levonogestrel 75 mg+Inserter
|
1 set 2
implant+Inserter
|
Rp. 275.000,-
|
4.
|
Susuk KB III :
Levonogestrel 36 mg
|
1 set 6 implant
|
Rp. 283.400,-
|
Namun berdasarkan pengalaman beberapa narasumber,
Harga Susuk KB di tahun 2013 adalah untuk menggunakan 1 susuk biayanya sekitar
Rp 250.000,-, sedangkan untuk 2 susuk sekitar Rp 100.000 – Rp 150.000.
·
Ringkasan :
-
Kelebihan Susuk KB
atau KB Implan adalah efektif hingga 90% selama 5 tahun
-
Kekurangan Susuk KB
adalah Mengganggu penampilan dan kontraindikasi dengan beberapa penyakit lain
-
Biaya Susuk KB masih
cukup terjangkau karena masih dibawah Rp 300.000,-
4. Metode
KB IUD
Kelebihan Alat
Kontrasepsi IUD / Spiral adalah
aspek utama banyaknya ibu yang memilih sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah
kehamilan saat KB. Jenis alat kontrasepsi
ini berbentuk seperti huruf T, dengan metode pemasangannya dimasukan ke dalam
rahim. IUD terbuat dari bahan dasar hormon, yang akan melepaskan progestin
dengan tujuan menghambat ovulasi. IUD biasanya dapat berfungsi selama 5 tahun
mulai dari awal pemasangan
·
Kelebihan Intrauterine Device (IUD)
·
Sebagai calon
akseptor anda tentu harus mendapatkan informasi yang benar mengenai alat
kontrasepsi yang akan anda gunakan, sehingga anda lebih yakin kepada alat
kontrasepsi tersebut. Adapun
beberapa point mengenai keuntungan IUD, adalah:
-
Tingkat efektifitas
mencapai 0,6 – 0,8 kehamilan per 100 wanita yang menggunakannya. Atau dengan
kata lain 1 kegagalan pada 125 – 170 pengguna
-
Langsung Efektif
begitu terpasang di rahim
-
Anda hanya perlu
melakukan pengecekan satu tahun sekali ke dokter yang memasang IUD.
-
Tidak menimbulkan
efek samping hormonal seperti pada alat kontrasepsi hormonal yang lain,
-
Dianjurkan untuk ibu
menyusui karena tidak akan mempengaruhi volume dan kualitas ASI
-
Apabila tidak terjadi
infeksi bisa dipasang setelah melahirkan
-
Dapat digunakan
setelah 1 tahun atau lebih masa haid terakhir (masa menopause)
-
Membantu mencegah
kehamilan di luar kandungan.
-
Dapat dipasang kapan
saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal anda tidak sedang hamil atau
diperkirakan hamil.
·
Kekurangan Intrauterine Device (IUD)
Selain keuntungan tersebut diatas, Alat
Kontrasepsi IUD memberikan
kerugian atau efek samping dari, yang diantaranya adalah:
- Memerlukan prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik
sebelum dipasang Alat Kontrasepsi Intrauterine Device IUD, dan pemasangan harus
oleh petugas terlatih (bidan atau dokter)
- Bagian organ reproduksi wanita mungkin akan terasa
sakit dan kejang selama 3 - 5 hari setelah pemasangan IUD\
- Terjadi perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama,
setelah pemasangan
- Terjadi pendarahan diantara masa menstruasi, hal ini
dikarenakan Alat IUD mengenai dinding rahim dan menimbulkan luka
- Darah Haid biasanya akan lebih lama dan lebih banyak.
Dan apabila pendarahan haid sangat banyak dapat menyebabkan anemia
- Terjadi Keluhan pada suami saat berhubungan badan,
karena pemasangan benang IUD terlalu panjang. Hal ini bisa
diatasi dengan memotong benang lebih pendek atau melipatnya ke dalam rahim yang
dilakukan oleh bidan atau dokter spesialis kandungan,
- Apabila pemasangan IUD tidak benar, menyebabkan
perforasi pada dinding uterus
- Tidak dapat mencegah infeksi penyakit menular seksual,
sehingga tidak disarankan untuk perempuan yang sering berganti pasangan.
Infeksi ini akan memicu terjadinya penyakit radang panggul
- 1 dari 1000 wanita, mengalami terlepasnya IUD.
- IUD hanya mencegah kehamilan normal dan tidak dapat
mencegah kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan.
- Wanita yang menggunakan IUD sebagai KB harus memeriksa
posisi benang dari waktu ke waktu. Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan jari
ke dalam vagina.
·
Biaya Intrauterine Device (IUD)
Biaya IUD bisa dikatakan sangat terjangkau apabila
dibandingkan dengan manfaat yang dicapai. Biaya IUD untuk 5 tahun adalah
sekitar Rp 500.000,-. Sedangkan untuk Biaya IUD 10 tahun biasanya sekitar Rp.
800.000,-.
Beberapa penjelasan Kelebihan Alat Kontrasepsi IUD dan Kekurangan diatas maka alat kontrasepsi memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk Mencegah Kehamilan yang efektif, dibandingkan kekurangannya.
Beberapa penjelasan Kelebihan Alat Kontrasepsi IUD dan Kekurangan diatas maka alat kontrasepsi memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk Mencegah Kehamilan yang efektif, dibandingkan kekurangannya.
B. Asuhan
Kebidanan Pada Aseptor KB
Asuhan Kebidanan Pada Ny “A”
Akseptor Kb Suntik 3 Bulan
I. Pengkajian
Tanggal: 21 Oktober 2015 Pukul
: 18:00 WIB
A. Data Subyektif.
1.
Identitas
Pasien
Nama pasien: Ny “A” Nama Suami: Tn “N”
Umur: 39 tahun Umur: 42 tahun
Agama: Islam Agama:
Islam
Suku/bangsa:
Jawa/Indonesia Suku/bangsa:
Jawa/Indonesia
Pendidikan: SMA Pendidikan: SMA
Pekerjaan: Swasta Pekerjaan: swasta
Alamat : rungkut
menanggal II/27
2.
Keluhan
Utama
Ibu ingin suntik KB
3 bulan, dan ibu mengatakan tidak pernah haid saat menggunakan KB suntik 3
bulan
3.
Riwayat
kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita
penyakit menular seperti penyakit menular seksual, paru-paru, penyakit kuning
dan ibu tidak pernah menderita penyakit kronis seperti jantung, ginjal serta
tidak pernah menderita penyakit menurun, seperti asma, kencing manis dan
tekanan darah tinggi.
4.
Riwayat
kesehatan keluarga
Ibu
mengatakan dari keluarga ibu dan suami tidak mempunyai riwayat yang menderita
penyakit menular seperti penyakit menular seksual, paru-paru, dan penyakit
kuning, dan tidak ada yang menderita penyakit kronis, seperti jantung, ginjal
serta tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti asma, kencing manis,
dan tekanan darah tinggi
5.
Riwayat
Haid
Menarche : 12 thn
Banyaknya : 1-2 kotek / hari
Siklus : 28 hari
Lama : 7 hari
Warna : Merah
Dismenorhea : Tidak ada
Bau : Anyir
Flour Albus : Tidak ada
Teratur / tidak : Teratur
6.
Riwayat
Pernikahan
Nikah :
1 Kali
Umur kawin : 25 tahun
Lama kawin : 14 tahun
7.
Riwayat
Obstetri
Hamil
|
TTL
|
UK
|
Jenis persalinan
|
Penolong
|
Komplikasi
|
L/
P
|
BBL
|
Laktasi
|
Komplikasi
|
Nifas
|
1
|
20-06-02
|
38 mgg
|
Spontan
|
Bidan
|
-
|
P
|
3000gr
|
Ya
|
-
|
-
|
2
|
01-07-07
|
39 mgg
|
Spontan
|
Bidan
|
=
|
L
|
3.200 gr
|
Ya
|
-
|
-
|
8.
Riwayat
KB Dahulu
·
Ibu
menjadi akseptor KB pil setelah melahirkan anak pertama selama 5 tahun tanpa
keluhan dan berhenti karena ingin hamil.
·
Ibu
menjadi akseptor KB suntik setelah melahirkan anak kedua hingga sekarang tanpa
keluhan.
9.
Keadaan
Psikososial
Hubungan
ibu dan suami baik dan ibu percaya kepada petugas kesehatan
10.
Pola Kebiasaan
Sehari-Hari
a.
Nutrisi
Makan :
3x / hari, porsi sedang dengan menu nasi, sayur, lauk pauk
Minum
: 6-7 gelas/hari, air putih kadang es jus atau susu
b.
Aktifitas
sehari-hari
Ibu
mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, seperti memasak, mencuci pakaian dan
membersihkan rumah serta merawat anak-anaknya.
c.
Eliminasi
BAB
: 1x / hari, konsistensi lunak, berwarna kuning, bau khas,
tidak ada nyeri
BAK
: 5 – 6x / hari, warna kuning,jernih, bau khas dan tidak nyeri
d.
Personal
Hygien
Ibu
mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, kramas 3x seminggu, ganti baju 2x sehari
e.
Istirahat
Tidur
Siang : Ibu
mengatakan tidur siang ± 1 jam/hari
Malam
: Ibu mengatakan tidur malam ± 7-8 jam/hari
f.
Seksualitas
2 ×
seminggu
11.
Latar Belakang
Sosial Budaya
Ibu
dan suami berasal dari suku jawa dan idak ada kebiasaan atau keyakinan yang
berhubungan dengan metode kontrasepsi tertentu
B. Data Obyektif\
1.
Pemeriksaan
Umum
Keadaan umum :
Baik
Kesadaran :
Composmentis
BB / TB :
50 kg / 155 cm
BB 3 bulan lalu :
48 kg
Tekanan Darah :
120 / 80 mmHg
Nadi :
84 kali / menit
Suhu :
36,5 ˚ C
Respirasi :
20 kali / menit
2. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
Kepala :
Warna rambut hitam, tidak ada ketombe,
tidak rontok.
Mata :
Simetris, sklera putih, konjungtiva merah
muda tidak konjungtivitis, refllek pupil (+)
Mulut dan gigi : Mukosa lembab, tidak stomatitis, gigi tidak
ada carries dan tidak berlubang, lidah berwarna
merah muda, tidak pembesaran tonsil
Hidung :
Bersih, tidak ada secret, tidak ada polip
Telinga :
Simetris, tidak ada benjolan, tidak ada
serumen kanan dan kiri
Leher :
Tidak ada pembesaran tyroid dan vena
jugularis
Dada :
Payudara simetris, puting susu mendatar
Abdomen :
Tidak ada luka bekas operasi, tidak buncit
Genetalia :
Perineum utuh, tidak odem, tidak ada luka
jahitan, anus bersih tidak terdapat hemoroid
Ekstremitas atas : Simetris, tidak odem, tidak terdapat varises
Ekstremitas bawah : Simetris, tidak odem, tidak terdapat varises
b.
Palpasi
Kepala :
Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
Leher :
Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid
Axilla :
Tidak teraba pembesaran kelenjar limfe
Payudara :
Tidak teraba adanya benjolan,tidak ada nyeri
tekan
Abdomen :
Tidak ada nyeri tekan
c. Auskultasi
Dada :
tidak ada ronchi ataupun weezing
Abdomen :
bising usus (+)
d. Perkusi
Abdomen :
Timpani
Patella :
Tidak dikaji
II.
Interpretasi Data Dasar
Data Subyektif : Ibu mengatakan ingin suntik ulang KB
suntik 3 bulan
Data
Obyektif : Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TB / BB : 155 cm / 50 kg
BB 3
bulan lalu : 48 kg
Tekanan
Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 84× / menit
Suhu : 36,5˚ C
RR : 20x/menit
Diagnosa : Ny. “A” usia 39 tahun akseptor
lama KB suntik 3 bulan
III. Antisipasi
Masalah Potensial
Tidak ada
IV.
Identifikasi Kebutuhan Segera
Tidak Ada
V.
Intervensi
Tanggal : 21 Oktober 2015
Jam : 18:00 WIB
1. Lakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
pasien
R : Terjalin
hubungan baik antara pasien dan petugas kesehatan
2. Jelaskan hasil pemetriksaan TTV pada Ibu
R : Mengetahui hasil pemeriksaan diharapkan ibu
dapat mengetahui
keadaanya saat ini
3. Lakukan penyuntikan KB suntik 3 bulan secara
IM
R : Pemberian KB
suntik bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan
4. Jelaskan efek samping KB suntik 3 bulan
R : Mengetahui efek
samping yang terjadi , pasien lebih siap dalam
menghadapi efek samping dan bisa menerimanya
5. Catat dan tulis kembali kunjungan ulang
berikutnya di buku registrasi KB dan kartu KB pasien
R : Ibu dapat
melakukan kunjungan ulang kembali
VI. Implementasi
Tanggal : 07-08-2012
Jam : 18:00 WIB
1. Melakukan pendekatan pada pasien dan
keluarganya dengan menerapkan senyum, salam, sapa, sopan dan santun
2. Menjelaskan tentang hasil pemeriksaan,
memeberitahu bahwa tidak terjadi kelainan, keadaan ibu baik, dan ibu bisa
dilakukan penyuntikan
3. Melakukan penyuntikan secara intramuscular
pada daerah bokong , 1/3 spina iliaka anterior posterior-sacrum
4. Menjelaskan pada ibu bahwa spoting merupakan
salah satu efek samping yang umum terjadi pada kontrasepsi KB suntik 3 bulan
5. Memberitahu ibu kunjungan ulang berikutnya
pada tanggal 31 oktober 2012
VII. Evaluasi
Tanggal : 07-08-2012
Jam : 18:10 WIB
S : Ibu mengatakan sudah mendapatkan suntikan KB
3 bulan
O : Ibu mengerti penjelasan petugas kesehatan
Keadaan
umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
BB
sekarang : 50 kg
TD :
120/80 mmHg
Nadi : 84× / menit
Suhu : 36,5˚ C
RR : 20x / menit
A : Ny. “A” usia 39 tahun akseptor lama KB suntik
3 bulan
P : Menulis kembali jadwal ulang KB suntik 3
bulan pada tanggal 31 oktober
2012
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Program gerakan
KB di laksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa di mana
pada saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan di segala bidang,
termasuk untuk mengatasi berbagai masalah kependudukan seperti pertumbuhan
penduduk yang tinggi, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kualitas sumber
daya manusia yang relatif rendah.
Cara pelayanan
KB sangat beragam, yaitu metode sederhana tanpa alat dan dengan alat, metode
efektif dan metode mantap. Metode sederhana tanpa alat misalnya KB alamiah
lendir servik, KB alamiah suhu basal dan Coitus Interuptus atau biasa disebuh
na’zl, metode sederhana dengan alat misalnya dengan kondom, diafragma,
spermatisida dan intervag. Untuk metode efektif misalnya KB oral yang terdiri
dari mini pil dan pil kombianasi, suntik KB 1 atau 3 bulan, KB implant / susuk,
KB AKDR / IUD. Metode mantap terdiri dari vasektomi, tubektomi atau histerektomi
yang dapat diberikan oleh doter di Rumah Sakit.
B. Saran
Sebaiknya bidan memberikan informasi tentang kontrasepsi baik dari segi
keuntungan maupun kerugian sehingga ibu dapat memilih alat kontrasepsi mana
yang sesuai dengan keinginan ibu. Selain itu, bidan juga memberikan informasi
tentang cara peggunan dari kontrasepsi yang telah dipilih oleh ibu.
DAFTAR PUSTAKA
Anna, Dkk. 2006. Keluarga
Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Buku Kedokteran, EGC.
BKKBN. 2007. Kebijakan Keluarga
Berencana Nasional. Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono.
2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan
Kontrasepsi. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo